{"id":1581,"date":"2025-11-07T11:38:18","date_gmt":"2025-11-07T04:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/?p=1581"},"modified":"2025-11-07T11:39:19","modified_gmt":"2025-11-07T04:39:19","slug":"mind-weave-2025-rajutan-buah-pemikiran-hadirkan-sinergi-tradisi-dan-inovasi-wastra-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/mind-weave-2025-rajutan-buah-pemikiran-hadirkan-sinergi-tradisi-dan-inovasi-wastra-nusantara\/","title":{"rendered":"Mind Weave 2025: Rajutan Buah Pemikiran Hadirkan Sinergi Tradisi dan Inovasi Wastra Nusantara"},"content":{"rendered":"<div id=\"section-g-o8ov191\" class=\"wp-block-gutentor-e0 section-g-o8ov191 gutentor-element gutentor-element-advanced-text text-align-justify-desktop\"><div class=\"gutentor-text-wrap\"><p class=\"gutentor-text\"><strong>Pameran dan talkshow wastra tradisional di Gedung Serba Guna Telkom University, Bandung | 11\u201312 November 2025<\/strong><br><br>Potensi industri kreatif berbasis budaya di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat, menghadirkan inovasi baru tanpa melupakan akar tradisi. Salah satu sektor penting di dalamnya adalah <em>wastra<\/em> \u2014 kain tradisional Nusantara yang menjadi cerminan identitas, nilai, dan filosofi bangsa.<br>Sebagai wujud nyata kolaborasi lintas bidang, kegiatan Mind Weave: Rajutan Buah Pemikiran 2025 digelar pada 11\u201312 November 2025 di Gedung Serba Guna Telkom University, Bandung. Acara ini menghadirkan pameran dan talkshow yang mempertemukan pelaku UMKM, akademisi, peneliti, dan masyarakat luas dalam merayakan keindahan serta makna di balik karya wastra Indonesia.<br>Selama dua hari penyelenggaraan, <em>Mind Weave 2025<\/em> menampilkan 10 booth UMKM wastra tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, perajin dari Imogiri, Lawean, Lasem, hingga Tuban dan Madura yang menampilkan kekayaan karakter batik Nusantara. Imogiri dikenal dengan batik filosofis yang berakar pada nilai spiritual dan budaya keraton, sementara Lawean menghadirkan inovasi batik kontemporer dengan eksplorasi warna dan bahan ramah lingkungan \u2014 mencerminkan kesadaran terhadap keberlanjutan dan kreativitas modern serta masih banyak lagi narasi cerita dari wastra.<br>Selain pameran, kegiatan ini juga menampilkan talkshow interaktif yang menghadirkan para peneliti, pelaku industri kreatif, dan komunitas pegiat wastra. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan mengenai arah pengembangan industri wastra ke depan, serta bagaimana tradisi dapat menjadi sumber inspirasi bagi inovasi masa kini.<br>\u201cMind Weave bukan sekadar pameran, tetapi ruang dialog antara tradisi dan masa depan. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dapat terus hidup melalui inovasi yang relevan dengan zaman,\u201d ujar <em>Research Institute of Sustainable Society<\/em>, selaku penyelenggara <em>Mind Weave 2025<\/em>.<br>Melalui rangkaian kegiatannya, <em>Mind Weave 2025<\/em> menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku budaya, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis budaya. Di ruang inilah, tradisi dan inovasi saling menjalin, menenun gagasan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kebanggaan nasional.<\/p><\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<div id=\"section-g-sva76ci\" class=\"wp-block-gutentor-e6 section-g-sva76ci gutentor-element gutentor-element-image text-align-center-desktop\"><div class=\"gutentor-element-image-box\"><div class=\"gutentor-image-thumb\"><img decoding=\"async\" class=\"normal-image\" src=\"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-06-at-14.55.53_591bdc58-741x1024.jpg\"\/><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":9,"featured_media":1582,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":11,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-event"],"blocksy_meta":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1581"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1585,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions\/1585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riss.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}